xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb# Dargombes blog #dargombesblogads {margin:0px;padding:0px;text-align:center} #dargombesblogads img {margin:728px 90px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;} #dargombesblogads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}

Thursday, 22 January 2015

Tips Cara Daftar BPJS Secara Online

          Masih ada sebagian masyarakat yang enggan mendaftarkan diri dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu alasan yang cukup 'populer' adalah proses pendaftarannya yang disebut-sebut memakan waktu lama. Oleh sebab itu, kini dianjurkan untuk mendaftar via online.

Menurut Kepala Departemen Humas BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, animo masyarakat untuk mendaftar JKN memang masih cukup tinggi. Oleh sebab itu pihaknya mencoba mengatasi masalah tersebut dengan membuka jalan lain untuk pendaftaran yakni melalui sistem online.

                           
                        
              Form pendaftaran JKN via website BPJS Kesehatan (Foto: www.bpjs-kesehatan.go.id)


 Sebelumnya, perlu disiapkan kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), kartu nomor pokok wajib pajak (NPWP), alamat e-mail, serta nomor telepon yang bisa dihubungi. Untuk pendaftaran peserta bisa dilakukan dengan membuka website www.bpjs-kesehatan.go.id kemudian memilih kolom 'Layanan' dan klik 'Pendaftaran Peserta'.

Akan muncul prosedur-prosedur pendaftaran peserta BPJS Kesehatan khusus via online. Langkah selanjutnya, cukup mengisi data pribadi sesuai dengan kolom yang diminta dan klik 'Simpan'. Setelah mengisi formulir secara lengkap, calon peserta diminta untuk memilih besaran iuran sesuai dengan kelas perawatan yang dipilih.

Setelah data tersimpan, sistem akan mengirimkan e-mail Notifikasi Nomor Registrasi ke alamat e-mail sesuai yang diisikan oleh calon peserta. "Masyarakat yang sudah mendaftar dengan sistem online tidak perlu antre lagi, kartunya bisa dicetak sendiri. Ini namanya e-ID atau electronic identity,"

Penerbitan kartu elektronik ini diharapkan bisa mengakomodasi permasalahan lambatnya penerbitan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan tersebut. Nah, agar e-ID dapat digunakan atau aktif, calon peserta harus melakukan pembayaran di bank sesuai dengan virtual account yang diberikan.

Ada tiga pilihan bank yang menerima pembayaran iuran BPJS Kesehatan yakni Bank Mandiri, BRI dan BNI. Setelah melakukan pembayaran, peserta dapat mencetak e-ID dengan link yang terdapat pada e-mail Notifikasi Nomor Registrasi.

Jadi kan kalau daftar online setelah datanya diisi semua nanti dapat e-mail balasan. Di dalam e-mail balasan tersebut ada tiga komponen yaitu daftar isian peserta, virtual account, dan e-ID. e-ID ini baru bisa dibuka kalau sudah bayar ke ATM. Setelah bayar, nanti refresh saja. e-ID akan jadi aktif dan bisa diunduh. Daftar JKN jadi bisa di mana saja dan kapan saja,.

Kartu e-ID dapat dicetak sendiri dengan tinta hitam dan memiliki fungsi yang sama dengan kartu peserta BPJS Kesehatan. Kartu ini dibawa ketika berobat beserta identitas pendukung berupa KTP atau KK jika pasiennya berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki kartu identitas.

Setelah sekitar 7 hari pasca mendaftar online, calon peserta bisa mengambil langsung kartu peserta ke Kantor BPJS Kesehatan mana saja. Jangan lupa untuk membawa kelengkapan dokumen berupa KTP asli dan fotokopi, fotokopi KK, foto berwarna ukuran 3x4 dua lembar, formulir pendaftaran yang didapatkan setelah pendaftaran online, serta bukti pembayaran bank.
(sumber:Departemen Humas BPJS Kesehatan)


5 Kebiasaan yg bikin rambut rusak menipis

                                                                                                                  
              Rambut adalah mahkota bagi setiap manusia. Keindahan rambut dapat ditunjukkan dari rambut yang sehat. Bagaimana jika makin hari rambut semakin menipis rontok dan rusak? Bisa jadi kebiasaan sehari-hari menjadi 'penyumbang' semakin banyakannya helai rambut yang berguguran.Terutama bagi kaum perempuan yg notabene sebagai penunjang penampilan
                
                                         

Wanita cenderung lebih sering mengalami suatu gangguan dalam kehidupannya, baik dari segi kesehatan, penampilan hingga gaya hidup dsb. Salah satunya rambut yang selalu menjadi pusat perhatian bagi wanita dan tentunya rambut adalah bagian dari anggota tubuh yang memerlukan perawatan khusus secara rutin layaknya anggota tubuh yang lain. Terkadang ada sebagaian dari wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk perawatan tubuh, wajah dan rambut dengan harapan penampilan akan dirinya terkesan lebih menarik dan enak dipandang mata.
              Berikut ini lima kebiasaan yang bisa menjadi penyebab rambut rontok, menipis dan rusak yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari :
1. Mengeringkan Rambut Asal-asalan

Mengeringkan rambut basah dengan handuk kering secara agresif dapat menyebabkan kutikula pelindung rambut terangkat. Hasilnya rambut pun berguguran.terutama penggunaan Hair Dryer disaat rambut masih basah, menyisir rambut dengan keras saat rambut masih basah

Cara terbaik: Minimalkan mengeringkan rambut basah secara agresif. Keringkan secara lembut setelah mandi adalah cara terbaik.

2. Kebiasaan Mandi Air Panas
Air panas akan membuat kulit dehidrasi, sehingga menyebabkan rambut kering, rapuh, rentan patah dan rontok. Menurut Ryan Welter, MD, ahli bedah transplantasi rambut yang berbasis di Boston panas menyebabkan akar rambut rusak dan mudah rontok.

Cara terbaik: Pilihlah air untuk mandi yang cenderung dingin untuk membilas rambut

3. Diet / Kekurangan makanan bergizi

Menurut dermatologis Valleji, California, Paradi Mirmirani kelaparan akan memaksa tubuh untuk mengarahkan energi terhadap fungsi lain, seperti membantu kerja jantung dan otak. Sehingga, kekuatan untuk membantu akar rambut cenderung teralihkan.

Cara terbaik: Makanlah makanan yang mengandung banyak protein tanpa lemak seperti ikan, ayam dan kacang-kacangan. "Rambut akan sangat dibantu dengan adanya protein tubuh," terang Paradi.

4. Memakai Ikat Rambut Terlalu Kencang

Berhati-hatilah dalam mengikat rambut Anda. Jika mengikat rambut terlalu kencang, akan menyebabkan folikel rambut rusak. Doris Day,MD, dermatologi New York City mengungkapkan, "Ikat rambut yang terlalu kencang bisa menciptakan ketegangan pada folikel rambut. Kalau folikel rambut rusak permanen, tidak memungkinkan untuk rambut tumbuh lagi."penggunaan ikat rambut yg tak kompatible pun menjadi penyebab rusaknya rambut.

Cara terbaik: Kendurkan ikatan rambut Anda. Tarik dengan lembut ketika mengikat rambut, lalu jangan ikat terlalu kuat.pergunakan ikat rambut dari bahan yg tidak berbahaya.

5. Terpapar  / Terkena sinar matahari langsung

Sinar UV pada matahari akan menggerogoti elastisitas rambut Anda. Menurut para ahli, paparan UV berkepanjangan menyebabkan lapisan kutikula melemah, sehingga rambut rapuh dan menyebabkan rontok.

Cara terbaik: Kenakan topi atau pelindung rambut lainnya agar tidak kepala tidak terpapar sinar UV secara langsung. Jika memungkinkan, gunakan kondisioner pada rambut untuk mencegah kerusakan akibat sinar UV.
 
          Demikian informasi yg bisa kami berikan untuk pengetahuan kita, hidup sehat dan selalu mengedepankan kesehatan. Semoga bermanfaat.