xmlns:fb='http://ogp.me/ns/fb# Dargombes blog #dargombesblogads {margin:0px;padding:0px;text-align:center} #dargombesblogads img {margin:728px 90px;text-align:center;-webkit-border-radius: 5px;-moz-border-radius: 5px;border-radius: 5px;-webkit-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;-moz-box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;box-shadow: 1px 2px 1px #ccc;} #dargombesblogads img:hover {-moz-opacity: 0.7;opacity: 0.7;filter:alpha(opacity=70);}

Friday, 27 May 2016

7 cara move on

Putus sama pacar itu pasti sakit dan sedih banget. Makanya, kita perlu move on, supaya kehidupan kita nggak berantakan. Stop, jangan langsung mencari pacar baru! Ada tahapan yang harus dilalui sebelum benar-benar melupakan dan mencoba menjalin hubungan baru.

1 Luapkan Emosi
Nggak perlu bersikap sok kuat dengan menahan tangis. Supaya bisa memulai proses move on, mulailah dengan meluapkan emosi. Makanya, kita bisa menangis saat sendirian atau di depan sahabat. Kita juga bisa curhat dan menceritakan seluruh perasaan kita. Meski nggak menyelesaikan masalah, kita akan merasa lebih lega.

2 Terima Status Baru
Setelah puas menangis atau marah, mulailah berpikir logis. Kita bisa coba menghadapi kenyataan bahwa hubungan itu nggak bisa dipertahankan lagi. Proses penerimaan status baru ini penting lho, karena akan memudahkan kita untuk move on maupun menjaga ekspresi dan perasaan saat berinteraksi kembali dengannya.

3 Bersihkan Kenangan Pacaran
Pasti banyak kenangan selama pacaran yang masih tersimpan rapi di rumah. Supaya kita nggak teringat mantan melulu, segera bersihkan kamar dan rumah dari barang-barang pemberian mantan. Nggak perlu merasa sayang. Ini dilakukan supaya kita mampu move on dan nggak kembali menangis. Kalau barangnya bisa dimanfaatkan orang lain, kita bisa memberikan barang tersebut.

4 Hindari Komunikasi
Perasaan kosong karena nggak ada chat atau telepon dari dia lagi pasti masih terasa. Tapi, jangan sampai kita menghubungi mantan duluan, ya. Selain menunjukkan kita belum move on, hal ini bisa bikin dia sombong, karena merasa masih sangat diinginkan. Tahan diri untuk nggak men-dial nomornya, maupun mengirim pesan singkat. Kalau kita terpaksa berkomunikasi karena satu kelas atau satu sekolah, lakukan seperlunya dan jangan mencari-cari alasan untuk ngobrol.

5 Stop Stalking
Selalu ada kemungkinan mantan lebih dulu move on dibanding kita. Bahkan, dia bisa saja punya gebetan atau pacar baru duluan. Supaya nggak mengganggu perasaan kita yang masih mencoba move on, sebaiknya hindari stalking media sosialnya. Kalau melihat dia di timeline socmed terasa berat, kita bebas memutuskan pertemanan di social media terlebih dulu, kok.

6 Lakukan Hal yang Disukai
Supaya nggak ingat mantan melulu, ayo beranjak dari tempat tidur dan lakukan hal yang kita suka. Melakukan hal yang disukai bisa memperbaiki mood, lho. Kita juga bisa mengajak sahabat hang out bareng, supaya punya kesibukan lain sebagai pengalih perhatian.

7 Meet New People
Ingat, mantan bukan pusat semesta. Jadi, kita akan baik-baik saja meski nggak bersamanya. Cobalah untuk minta dikenalkan kepada teman-teman baru. Kita juga bisa bergabung di komunitas atau klub baru, supaya punya kesibukan lain. Siapa tahu kita bisa bertemu cowok lain yang lebih baik dari mantan

Manfaat menjadi volunteer/relawan.


Kamu pasti tahu, dong, istilah volunteer alias relawan. Pada dasarnya, relawan adalah orang yang memberikan bantuan tenaga dan pikiran tanpa kompensasi finansial, alias g-r-a-t-i-s. Biasanya, nih, para relawan memberikan bantuan untuk misi sosial. Misalnya, para relawan palang merah yang menyumbangkan tenaga medis mereka untuk para korban bencana alam, atau para relawan ormas lindu aji yang memberikan bantuan sosial untuk korban bencana longsor di banjarnegara ,memberi bantuan pengamanan di lingkungan kita
Kenapa, sih, relawan rela capek walaupun nggak dibayar? Karena jadi relawan, tuh, banyak manfaatnya! Berikut lima yang utama. dirilis dari LINDU AJI (PK.Semarang selatan) organisasi masa sosial

1. Memberikan kontribusi sosial
Pernah denger pepatah, “Sebaik-baiknya manusia, adalah yang berguna bagi orang banyak.”? Nah, dengan menjadi relawan, kamu bisa menggunakan kemampuan kamu untuk memberikan kontribusi sosial. Contohnya, dengan jadi tenaga pengamaman di lingkungan masing2 membantu menciptakan rasa aman, menjadi relawan bantuan terhadap korban bencana ,korban kedzoliman dan korban korban kejadian yg membutuhkan bantuan. mengadakan dan membuat Lembaga bantuan hukum.seperti di organisasi kami LINDU AJI
Walaupun kontribusi kamu terkesan sepele, jangan merasa volunteering kamu itu nggak ngaruh, ya! Bisa jadi perbuatan “kecil” kamu menginspirasi orang lain, trus menciptakan efek domino.
Banyak, lho, hal besar yang dimulai dari perubahan-perubahan kecil.

2. Memperluas pergaulan (networking)
Dengan menjadi relawan di organisasi atau komunitas seperti LINDU AJI tentunya kamu jadi bisa kenalan dengan banyak orang baru, dari berbagai latar belakang. Jadi teman kamu nggak cuma sesama pelajar dari sekolah, kampus, atau tempat les, juga pekerja kantoran, pengusaha, bahkan pensiunan! Pastinya, kamu bisa belajar bany2ak sekali dari mereka.
Trus, meskipun umur dan latar belakang kalian berbeda, jangan khawatir nggak nyambung, gaes! Kalian pasti tetap bisa ngobrol, kok, karena kalian ‘kan punya satu interest yang sama, yaitu menjadi relawan di organisasi pilihan kalian.
Pssst, yang jomblo juga bisa jadi relawan sambil cari jodoh juga, lho #sambilmenyelamminumair.

3. Menambah pengalaman
Sebagai contoh, sebelum jadi relawan, kamu nggak pernah ditunjuk jadi Project Manager, eh, tiba-tiba organisasi sosial kamu menunjuk kamu sebagai PM. Akhirnya kamu jadi belajar jadi PM dalam mengorganisir proyek sosial, deh.
Contoh lainnya, seperti mengorganisir suatu project sosial membantu sistem keamanan dilingkungan masing2 seperti kami lakukan di organisasi LINDU AJI yg notabene mempunyai banyak cabang dan ranting ikut membantu aparat penegak hukum dalam menciptakan rasa aman dan nyaman dilingkungan masing2

4. Memperkuat Prospek Karir
Pas melamar kerja nanti, kamu bakal lebih menonjol di antara kandidat lain, kalau kamu punya pengalaman yang lebih banyak dan network yang lebih luas. Nah, ini semua bisa kamu dapatkan dari menjadi relawan!
Kenapa, sih, pengalaman jadi relawan bisa jadi nilai plus? Soalnya, cara pandang kamu biasanya jadi lebih luas dan matang. Kamu juga nggak lagi canggung berinteraksi dengan orang yang lebih tua, lebih muda, atau yang punya latar belakang berbeda. di organistasi (LINDU AJI) kami pun mempunyai sistem membuka kesempatan kerja yg lebih baik terarah dan positif

5. Menjadi lebih sehat
Lho, apa hubungannya jadi relawan dengan jadi lebih sehat? Menurut para ahli, kegiatan relawan bisa mengurangi tingkat stres, karena saat kamu melakukan kegiatan sosial, kamu jadi memperhatikan orang lain. Dengan begitu, kamu jadi nggak berlarut-larut dalam masalah kamu sendiri. Dengan kata lain, kamu jadi nggak egois mikirin diri sendiri melulu!t
Nggak hanya itu, menjadi relawan bisat bikin mood dan emosi lebih positif, lho, karena kamu jadi merasa hidup lebih bermakna, berhubung kamu membantu orang lain dan melakukan kegiatan positif. Emosi dan mood positif ini bisa memperkuat sistem imun dan bikin kamu nggak gampang sakit! bahkan di organisasi kami yg berangkat dari dan berbasic olah raga beladiri menciptakan kepercayaan diri dan jiwa yang sehat pula.

Yuk, mulai cari kegiatan relawan yang menarik! bermanfaat dan punya nilai positif lebih
ikut dalam organisasi sosial yg bermanfaat bagi masyarakat banyak .
langkah kami mengikuti dan berorganisasi di LINDU AJI semata mata hanya untuk kemaslahatan orang banyak membangun jiwa sosial kami ,membantu orang banyak,menciptakan rasa aman di lingkungan otomatis ikut membangun negeri ini untuk lebih maju aman sentosa . membentuk manusia2 yg berjiwa sosial tinggi
kalau tidak kita siapa lagi ,kalau tidak sekarang kapan lagi

update by Fadjar sto
support IT LINDU AJI PK.Semarang selatan